Suatu hari matahari terambil sinarnya oleh sang bulan. Meski ia berteriak keras, namun tetap saja tak terdengar sedu sedannya mengganggu sang bulan. Sang bulan malah berpaling membawa cahaya dan membagikannya kepada belahan bumi yang lain. Yaa, ia berpaling dengan cahaya yang telah ia ambil dari matahari yang terlalu bodoh dan lugu itu. Membawa mahkota bahkan hingga beberapa kali. Setelah itu, ia berpesta dengan cahaya – cahaya baru.

Matahari kini padam, ia berharap akan ada sumber cahaya lain yang dapat memberikannya sedikit sinar. Tidak lama kemudian, ia merasa menemukan sinar itu, ia merasa yakin bahwa benda asing itu adalah pembawa cahayanya. Namun ternyata benda asing itu juga sedang mencari cahaya yang tentunya tak dapat ia bisa dapatkan dari si matahari yang telah usang tersebut. Si benda asing itupun mencampakaannya, ia hanya menumpang lewat dan mengambil sedikit sisa cahaya matahari dan kemudian berlari menjauhinya.

Ketika dalam keadaan musam tersebut, bertemulah matahari dengan sebuah bintang yang tengah bersinar. Keduanya saling membutuhkan karena berada dalam situasi yang sama. Namun sang bintang tak seperti matahari, ia masih memiliki cahaya yang dapat ia bawa hingga ke tempat gelap sekalipun. Maka matahari usang itupun segera merias diri. Meski sudah usang, namun matahari adalah benda yang sangat besar dan bisa menutupi unsur terdalamnya sehingga hanya menunjukan luarnya saja.

Lamanya waktu, membuat sang bintang merasakan jeratan matahari. Satu kesalahan bintang adalah disatu malam ketika matahari tak berdaya, ia memberikan cahayanya kepada matahari. Kesalahan itu menghancurkan segalanya, sang matahari merasa puas dengan apa yang telah ia dapat. Ditambah disekelilingnya banyak kerbau – kerbau yang sudah mengantri dengan sinarnya. Maka sang matahari berbalik meninggalkan bintang, dengan segala alasan, matahari merasa telah menjadi matahari kembali seutuhnya dan mungkin sekarang sedang mencari bintang – bintang yang lain. Dikemudian hari, ia akan melebur bersama cahayanya sendiri, mereka memandang matahari sebagai pembawa bencana, ia direndahkan, ia dihinakan, dan ia terbuang dari satu tempat ke tempat lainnya.