Tags


Putri duyung yang pernah bersandar kini tak akan pernah lagi terlihat,
mutiaranya tak akan lagi keluar dari mata kecilnya,
diam malunya tak akan lagi hinggap di jiwanya,

bersandar di sisi karang ketika sore mulai menaik,
terdengar sedu sedan karena rasa dikhianati oleh si penyihir yang telah merubah bentuk kakinya,

si karang yang terlampau kaku hanya dapat membantunya dengan peneduhan,
melupakan si penyihir dan menyihirnya kembali menjadi lebih baik adalah niatnya,

si karang tak pernah melarangnya menyalakan api unggun di mulutnya,
putri duyungpun dapat mengerti secara perlahan,

namun ternyata putri duyung adalah mamalia yang sempurna,
ia tak suka dengan bentuk kaku dan tak bernyawa,
kaku dan diamnya tak dapat putri duyung artikan,

berjalanlah ia kembali, ditemani oleh peri dan penghuni lautan,
bahagianya, teratapi oleh karang yang tak dapat bergerak,
sedihnya, ditangisi oleh karang yang tak dapat berontak.

kenangan bagi sang karang adalah mutiara yang sempat berjatuhan, halilintar yang menyambar,
ketakutan tuk memandang, ketakutan tuk berucap, keraguan tuk meminta dan membebaskan rasa.

sayangnya, putri duyung tak ingin menengoknya,
ia berjalan dengan bahagianya,
ia berlari dengan semua kemampuannya..

30/09/11