Tags

, , , ,



Sesuatu yang tersentuh mudah sekali menghilang,
menembus ilalang dalam kegelapan menyisakan bebauan,
tercibir disanubari yang melintasi cakrawala hati,
bergelimang sedu, menebarkan titik – titik api.

sesekali mengingat, seisi perpustakaan terbayang,
sesekali memandang, si mesinpun terbuang,

ini adalah air yang berusaha melintasi gurun pasir,
menyerah tak bisa, usahapun tak kuasa.
namun melihat angin,,ia bebas melewati bahkan memporak porandakan gurun pasir,
maka menjadi anginlah cara air melewatinya.

tetaplah ia jatuh pada tanah, mengembun atau memuai bersama udara.
ia menghilang, ia pun terkenang..
maka pribahasapun tak mampu menyuguhkan abadi,

hingga terlepaslah semua rasa hilang pada yang tak abadi,
seabadi apa harus dikejar?
sesuci apa harus disembah?
seindah apa untuk dimiliki?

didalam prosesnya, hanya yang abadilah yang menyejukan dahaga dengan segelas anggur.

30/09/11