Tidakkah terlihat bahwa aku memiliki seekor elang yang terus mengintai kepuasan?
mata kami tak terpisahkan kecuali oleh cahaya,
walau begitu, kukunya tak setajam yang kuperkirakan,
mata tajamnya ternyata hanya menjadi imajinasi yang tak teraba,

Kini ia kembali dengan membawa gerombolannya,
membuat kakinya lebih terbuka dan percaya diri,
mungkin suatu saat kami akan berburu dipadang hijau yang dipenuhi wanita dan daging segar,

Kamipun telah hinggap dilokasi itu,
mata kami saling berinteraksi,

mungkin ia akan mengalah,
tapi sepertinya akulah yang akan kalah,

“sambutlah semua ini..”ujarnya, “rasakanlah sebelum kau merugi..”,
kucekik lehernya secepat kilat”bagaimana denganya?,”
“terimalah, rasa ini akan menghilangkannya ketika ia sedang jauh denganmu”

Terlepaslah cengkramanku dilehernya sedikit demi sedikit,
“terimalah, bahwa kau harus belajar menghitung. hitunglah pengalamanmu dengannya, dan sajikanlah sekarang ini”

Ia pun mengajakku terbang, memilih mangsa, dan hingga saat ini mata kamipun masih berinteraksi dan mengintai.

21/06/11