Ini adalah tentang seseorang yang begitu angkuh di dalam hidupnya,

Berjalan angkuh dengan dadanya,

Menyimpan duri dalam kepalanya,

Tertawa terbahak dengan hatinya.

Ia menampikan segala kebenaran dengan kebohongan,

Mempondasikan kebohongan dengan kebenaran.

Ia mencoba menghancurkan kekuatan dengan kelemahan,

Dan memperkuat kelemahan agar terlihat menjadi kekuatan.

Ia injak semut dengan kakinya yang nyata,

Ia sumpahi gajah dengan bahasanya yang tak tersirat.

“dirinya” menjadi kata keangkuhannya,

Padahal diri tak berpemilik kecuali milikNya.

Dirinya perlahan kian menjadi rapuh,

Siapkah ia terima kudeta dari para budaknya?..

27/09/10

6 : 08 am