Suatu hari Seorang anak babi tengah membersihkan diri sambil bersiul ria. Kemudian ayahnya datang dengan membawa sebuah kaca besar dan berbagai bunga yang harum di dalam mulutnya..

“heii..lihatlah dirimu anakku.. tampak begitu tampan dan bersih. Ini lihatlah..ayah membawakanmu berbagai jenis bunga untuk mengharumkan kulitmu, juga kaca yang besar agar kau dapat lebih percaya diri”

Si anak babi itu tersenyum lebar menunjukan kegembiraan yang muncul dari semangat barunya. Ia berlari dengan cepat seperti sedang mengejar mangsa.

“ terima kasih ayah, kau begitu baik karena selalu mendukung apa yang bergelora di semangatku..”

“hahahaha… jangan berlebihan nak,kita hanyalah binatang bodoh. Apapun yang ingin kau lakukan, lakukanlah..”.

kemudian si ayah babi itu berbisik “ karena apapun yang kau lakukan, mereka akan tetap beranggapan seperti itu” si ayah babi itupun tertawa sambil meninggalkan anaknya dan berguling kembali ke dalam lumpur.

Akibat bisikan si ayah, si anak babi tersebut menjadi termenung, melangkah pelan, menunduk, dan berfikir. Di tengah perjalanan, ada seorang teman wanita yang cukup mempesona dan membuatnya tertarik. “ hai,,mau kemana?” ujar si anak babi itu dengan percaya dirinya. Kemudian mata si betina seperti tertarik magnet yang membawa sudut pandangnya ke bawah hingga ke atas. Si anak babi itu merasa lebih percaya diri karena telah diperhatikan oleh si betina yang ia impikan. “ apakah kamu mau………….. menginap denganku malam ini?”. Pertanyaan si anak babi tersebut membuat si betina sangat marah dan terkejut. Akhirnya si betina berjalan meninggalkan dan menghiraukannya.

Si anak babi tampak sedih dengan penolakan tersebut, dan ia terus memandangi si betina yang terus menjauh.

“ senyum!!,HAH..dia tersenyum…”, si anak babi tersebut kegirangan melihat si betina tersenyum walau tak menoleh ke arahnya. Ia kemudian berlari mengejar si betina dengan rasa senang yang tiada tara. Langkahnya seperti dibantu angin, dan nafasnya seperti udara yang tak pernah habis. Ketika ia mendekat, kemudian si betina membalik sambil tetap dengan senyumnya.. “ ada apa lagi anak manis….?”

“hmmmm…kamu mau kan?”, kemudian ia memperpanjang omongannya dengan cerita – cerita lucu yang biasa di ceritakan oleh para pujangga. Usahanya berhasil, si betina terus tertawa dan terlihat bahagia dengan cerita – cerita si anak babi tersebut. Setelah si anak babi itu merasa kehabisan cerita, kemudian ia pun kembali bertanya dengan nada yang lebih pasti “kamu mau kan menginap denganku malam ini?”

“HAHAHAHAAAAHAAAAA…..” si betina tertawa ditambah senyumnya yang lebar. “ kau tau, kau sangat unik untuk menjadi seekor babi. Pertama, kamu bertingkah seperti seekor burung merak yang mementingkan penampilannya. Kedua, kamu menjadi landak yang sangat takut ketika berhadapan dengan sentuhan. Kemudian, kamu menjadi merpati yang berpuisi ria dengan keahliannya. Dan terakhir, kamu kembali menjadi seekor babi yang mengajakku bermalam denganmu..apa yang sebenarnya kau inginkan?. Apa kamu malu menjadi seekor babi?, atau kamu hanya ingin menutupi identitasmu sebagai seekor babi?. Dan kamu tidak perlu menjawab apapun.. karena pernyataanku adalah aku lebih suka seekor babi daripada burung merak”

24/12/10 03:04AM