MATAHARI PENIPU YANG USANG


Suatu hari matahari terambil sinarnya oleh sang bulan. Meski ia berteriak keras, namun tetap saja tak terdengar sedu sedannya mengganggu sang bulan. Sang bulan malah berpaling membawa cahaya dan membagikannya kepada belahan bumi yang lain. Yaa, ia berpaling dengan cahaya yang telah ia ambil dari matahari yang terlalu bodoh dan lugu itu. Membawa mahkota bahkan hingga beberapa kali. Setelah itu, ia berpesta dengan cahaya – cahaya baru.

Matahari kini padam, ia berharap akan ada sumber cahaya lain yang dapat memberikannya sedikit sinar. Tidak lama kemudian, ia merasa menemukan sinar itu, ia merasa yakin bahwa benda asing itu adalah pembawa cahayanya. Namun ternyata benda asing itu juga sedang mencari cahaya yang tentunya tak dapat ia bisa dapatkan dari si matahari yang telah usang tersebut. Si benda asing itupun mencampakaannya, ia hanya menumpang lewat dan mengambil sedikit sisa cahaya matahari dan kemudian berlari menjauhinya.

Ketika dalam keadaan musam tersebut, bertemulah matahari dengan sebuah bintang yang tengah bersinar. Keduanya saling membutuhkan karena berada dalam situasi yang sama. Namun sang bintang tak seperti matahari, ia masih memiliki cahaya yang dapat ia bawa hingga ke tempat gelap sekalipun. Maka matahari usang itupun segera merias diri. Meski sudah usang, namun matahari adalah benda yang sangat besar dan bisa menutupi unsur terdalamnya sehingga hanya menunjukan luarnya saja.

Lamanya waktu, membuat sang bintang merasakan jeratan matahari. Satu kesalahan bintang adalah disatu malam ketika matahari tak berdaya, ia memberikan cahayanya kepada matahari. Kesalahan itu menghancurkan segalanya, sang matahari merasa puas dengan apa yang telah ia dapat. Ditambah disekelilingnya banyak kerbau – kerbau yang sudah mengantri dengan sinarnya. Maka sang matahari berbalik meninggalkan bintang, dengan segala alasan, matahari merasa telah menjadi matahari kembali seutuhnya dan mungkin sekarang sedang mencari bintang – bintang yang lain. Dikemudian hari, ia akan melebur bersama cahayanya sendiri, mereka memandang matahari sebagai pembawa bencana, ia direndahkan, ia dihinakan, dan ia terbuang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Advertisements

Mengenal Seseorang Melalui Warna Favoritnya?

Tags

, , , , ,


Beberapa komponen komunikasi seperti pengirim pesan, pesan, media atau penerima pesan dapat beragam bentuknya. Meski berbeda, tujuannya tetap sama yaitu untuk mongkomunikasikan sebuah pesan. Kaitannya dengan perbedaan komponen komunikasi, pesan yang berbentuk warnapun ternyata memiliki arti yang berbeda. Dalam sebuah artikel psychology, Kendra Cherry, yang juga salah satu penulis buku Everything Psychology book, menyatakan bahwa sebuah warna dapat mengartikan psychology seseorang. Oleh karena itu, seseorang yang teramat menyukai satu warna dapat juga diidentifikasikan sifat dan karakternya dengan cara mengetahui dari karakter warna itu sendiri.

  1. Merah
  • Merah adalah warna yang terang dan bersemangat
  • Merah juga dikaitkan dengan cinta, kehangatan dan kenyamanan
  • Warna ini dianggap sebagai warna yang penuh kekuatan yang dapat menciptakan perasaan gembira atau amarah.

2. Hitam

  • Hitam sering digunakan sebagai simbol ancaman atau kejahatan dalam sebuah kekuasaan. Biasanya hitam diidentifikasikan atau mewakili karakter antagonis seperti drakula dan penyihir.
  • Hitam sering dikaitkan dengan kematian dan warna berkabung. Warna hitam ini juga diidentifikasikan sebagai warna ketidak bahagiaan, seksualitas, formalitas dan kecanggihan/elegant.
  • Di zaman mesir kuno, hitam dikenal sebagai warna yang mewakili kehidupan dan kelahiran kembali (rebirth).

3. Putih

  • Putih menunjukan kemurnian dan tak bersalah
  • Putih menggambarkan kosong, dingin, hambar. Suatu ruangan besar yang dicat seluruhnya dengan warna putih namun tidak berisi akan sangat terlihat luas tetapi tidak ramah atau menjenuhkan.
  • Steril, ruangan rumah sakit dicat warna putih seutuhnya agar terlihat lebih steril.

4. Biru

  • Biru adalah salah satu warna favorit khususnya bagi para pria
  • Biru memiliki pengertian dari dalam fikiran yang menggambarkan ketenangan dan keheningan. Warna ini juga dapat diartikan sebagai kedamaian, ketenangan, aman dan tertib.
  • Selain warna yang positif, biru juga memiliki warna yang negative terutama jika dikaitkan dengan makanan. Warna ini mengartikan racun dalam sebuah makanan.

5. Hijau

  • Hijau adalah simbol dari alam dan bersifat alami
  • Hijau juga dapat mengartikan ketenangan, keberuntungan, kesehatan dan kecemburuan
  • Warna hijau telah lama dipercaya sebagai warna kesuburan dan menjadi tren untuk baju pengantin pada abad ke 15
  • Hijau sering digunakan dalam sebuah dekorasi untuk memberikan kesan tenang
  • Warna hijau dipercaya dapat menyembuhkan dan menghindari stress

6. Kuning

  • Kuning adalah warna yang cerah sehingga diartikan sebagai warna yang ceria dan hangat
  • Kuning juga dapat menciptakan rasa frustasi dan kemarahan. Meskipun dikenal sebagai warna ceria, orang lebih cenderung kehilangan kesabaran jika disimpan di dalam kamar/ruangan berwarna kuning.
  • Kuning dapat menyakiti mata karena tingkat cahaya yang terpantul dari warna tersebut.
  • warna ini menjadi warna kenangan, karena saya selalu mengingat seseorang yang sering menggunakan kaos berwarna kuning. ia seorang yang ceria, penuh canda, sekaligus seseorang yang sedang frustasi kala itu. (curcol & hanya poin tambahan) :D,

 

Meski tidak dijelaskan secara spesifik keterkaitan antara warna – warna di atas dengan psychology seseorang, namun kita dapat mengkaitkannya sendiri. Misalnya seseorang yang sangat menyukai warna merah. Kemungkinan besar orang tersebut adalah seseorang yang memiliki semangat tinggi ketika mengejar sesuatu tujuan. Atau bisa juga orang tersebut adalah seseorang yang romantis dan ramah sehingga dapat memberikan kehangatan untuk orang – orang disekitarnya.

 

Sumber : http://psychology.about.com

PERCAKAPAN SI H DAN SI M

Tags

, , ,


H: siapa namamu?

M: memori

H: dimana kamu tinggal?

M:di fikiran dan ditempatmu (hati)

H:dari mana kamu berasal?

M:dari masa lampau

H:apa cita – citamu?

M:menjadi pengajar

H: pekerjaan apa yang paling kamu suka?

M: melamun, merenung, tertawa dan kadang bersedih

H: apakah kamu memiliki pesan untukku?

M: jadikanlah aku sebagai buku, dan pelajarilah aku. Maka aku akan mengajarkanmu banyak hal.. berpeganglah pada sesuatu yang abadi, karena jika tidak, aku bisa saja menjadikanmu hidup dimana aku berasal (masa lampau). Dan jika itu terjadi, maka sebenarnya kau sedang berjalan di atas air yang dalam.

JOGJA

Tags

, , ,


Jogja…

Sedikit mengajarkan kami mengenai kesederhanaan,

Terinjak oleh puluhan orang tak bertuan di dalam kereta,

Menahan pegal namun tertopang cinta hingga hanya timbulkan tawa,

 

Sayapku tak terbendungi, keluar untuk melindungi,

Sedikit ancaman mendekat, senjata telah melekat,

 

Bersyair di atas dataran yang empuk,

Kamipun hanya tersenyum dan kadang tersedu,

Menembus berbagai cakrawala rasa,

Berbagi suka duka meski tanpa suara,

 

JOGJA….

Serasa sedih tuk melangkah, jutaan tawa tertinggal disana..

11/10/11

PUTRI DUYUNG DAN KARANG II

Tags


Putri duyung yang pernah bersandar kini tak akan pernah lagi terlihat,
mutiaranya tak akan lagi keluar dari mata kecilnya,
diam malunya tak akan lagi hinggap di jiwanya,

bersandar di sisi karang ketika sore mulai menaik,
terdengar sedu sedan karena rasa dikhianati oleh si penyihir yang telah merubah bentuk kakinya,

si karang yang terlampau kaku hanya dapat membantunya dengan peneduhan,
melupakan si penyihir dan menyihirnya kembali menjadi lebih baik adalah niatnya,

si karang tak pernah melarangnya menyalakan api unggun di mulutnya,
putri duyungpun dapat mengerti secara perlahan,

namun ternyata putri duyung adalah mamalia yang sempurna,
ia tak suka dengan bentuk kaku dan tak bernyawa,
kaku dan diamnya tak dapat putri duyung artikan,

berjalanlah ia kembali, ditemani oleh peri dan penghuni lautan,
bahagianya, teratapi oleh karang yang tak dapat bergerak,
sedihnya, ditangisi oleh karang yang tak dapat berontak.

kenangan bagi sang karang adalah mutiara yang sempat berjatuhan, halilintar yang menyambar,
ketakutan tuk memandang, ketakutan tuk berucap, keraguan tuk meminta dan membebaskan rasa.

sayangnya, putri duyung tak ingin menengoknya,
ia berjalan dengan bahagianya,
ia berlari dengan semua kemampuannya..

30/09/11

Mencari yang hilang..

Tags

, , , ,



Sesuatu yang tersentuh mudah sekali menghilang,
menembus ilalang dalam kegelapan menyisakan bebauan,
tercibir disanubari yang melintasi cakrawala hati,
bergelimang sedu, menebarkan titik – titik api.

sesekali mengingat, seisi perpustakaan terbayang,
sesekali memandang, si mesinpun terbuang,

ini adalah air yang berusaha melintasi gurun pasir,
menyerah tak bisa, usahapun tak kuasa.
namun melihat angin,,ia bebas melewati bahkan memporak porandakan gurun pasir,
maka menjadi anginlah cara air melewatinya.

tetaplah ia jatuh pada tanah, mengembun atau memuai bersama udara.
ia menghilang, ia pun terkenang..
maka pribahasapun tak mampu menyuguhkan abadi,

hingga terlepaslah semua rasa hilang pada yang tak abadi,
seabadi apa harus dikejar?
sesuci apa harus disembah?
seindah apa untuk dimiliki?

didalam prosesnya, hanya yang abadilah yang menyejukan dahaga dengan segelas anggur.

30/09/11

SEMBUNYIKAN BISA LIDAHMU..

Tags

, ,



wahai engkau yang mengumpat dibalik bisa lidahmu,
termanjakan oleh hak dan kebebasan berbentuk batu,
ratusan pulau disini sudah dapat kau singgahi,
setengah isi surga telah terlimpahkan dinegeri ini,

namun kenapa kau biarkan lidahmu melipat ribuan tikar?
kemudian kau gantikan dengan tempat – tempat tinggal yang terbakar,

puluhan tahun kita sudah berjabat bersama,
mulai dari kecurigaan hingga persaudaraan,
mulai dari bambu hingga pesawat tempur,
mulai dari mantra hingga undang – undang,

masjid yang kokoh, gereja yang megah, pura yang damai dan vihara yang indah,
menjadi satu dalam dua warna,

namun lidahmu??,
seperti udara kotor yang menutup awan,
mempersempit ruang nafas,
dan membakar seluruh hutan kalimantan.

jauhkan ruang sempitmu dari kami!!,
orang pintar saja?, tak perlu lah kami mengadu,
kebencian dan dendam, selesaikan dengan damai,
adapun kau miliki tujuan, potonglah lidahmu agar kami hanya melihat sikapmu,,

berkatalah dengan hatimu,
berjalanlah dengan akalmu,
dan berikrarlah dibawah sinar matahari yang kau nikmati hingga hari ini,
“BHINEKA TUNGGAL IKA”

28/09/11

Inilah Rasa Khawatirku


Inilah sebuah surat pendek yang tertulis dari hati yang khawatir. Inilah beberapa kata yang sudah lama tak menggebu dan dipenuhi ketakutan untuk membakar…

Sungguh, mungkin aku bersalah atas hal ini, meski hatiku masih berjalan di atas pendapatku bahwa kau terlalu lemah untuk meninggalkanku.

Pernah sekali aku merasakan ditinggalkan oleh orang yang kucintai, dengan pengalaman itu aku berusaha untuk tidak menjatuhkan hatiku lagi kepada siapapun. Namun seiring waktu, aku merasa begitu kuat telah menerima semua kekurangan seseorang yang kucintai. Itu adalah sebuah kemajuan bagiku. Bahkan tak tanggung – tanggung, kekurangan itu adalah kekurangan yang paling aku takutkan ada dipasanganku. Entah bagaimana persepsi itu berubah, seiring waktu, kau menguatkanku dengan semua kebaikan dan usahamu.

Akupun terus berjalan, menembus segala ke abu – abuan yang membuatku ragu akanmu. Langkahku kian hari kian cepat dan kuat. Hingga tak lagi kurasakan ketakutan akan sedih yang pernah kurasakan. Yang kurasakan, hanya perencanaan – perencanaan masa depan yang belum sempat ku katakan.

Namun kemudian, hal ini terjadi.. kaupun ambil keputusan karena enggan dengan kesalahanku yang berawal dari kekuranganku, namun aku tak menyesal sama sekali. Aku hanya mengatakan pada hatiku bahwa kau terlalu mencari yang sempurna bahkan ketika dirimu tidak dalam keadaan yang sempurna. Selama aku tak mendua, aku tetap berjalan pada jalanku. Waktu berlalu, kekuatan kata – kata terus memotivasi ku untuk melupakanmu bahkan membencimu. Disela – sela itu, aku merasakan begitu banyak godaan yang datang dari luar. Namun aku terus berkata pada hatiku, “sudahlah, aku harus fokus dengan apa yang ingin aku capai, jangan menghancurkan semua mimpimu karena tergoda oleh wanita lain”. Hingga sekarang, akupun masih bertahan dengan bisikan itu.

Kemudian kutanyakan lagi kedalam hatiku, apakah kau merasa merindukannya dan ingin meminta maaf?. “tidak” ujar hatiku yang terdalam, “lebih baik aku mencari yang tidak sempurna namun menerima ketidak sempurnaanku.”, kemudian ada lagi bisikan “sampai kapan??”, sedikit ku merenung dan seketika kembali terjawab oleh ibuku dimalam itu, “nak, kau ini anak laki – lakiku, berjalanlah sekuat gunung, dan berlarilah sekuat angin.”. akupun bersyukur atas cahaya yang ia pancarkan.

Bahkan hingga detik ini, aku masih ragu untuk menulis. Ragu untuk menyatakan kesendirian yang kurasakan tanpamu. Namun apalah arti semua itu, aku hanya bersyukur jari jemari ini kembali menari meski didorong oleh rasa sedih. akhirnya aku sedikit tau, temanku bilang itu adalah sebuah “impulsif” bagi karyaku.

“apakah kau merindukannya?”, kembali pertanyaan itu terlontar didalam kalbu. Fikiran dan hatikupun berkelit hingga kutemukan sebuah jawaban “entahlah”, “mungkin perasaanku lebih dekat dengan persaaan khawatir seorang ayah kepada anak putrinya”. Hatikupun tak lagi bertanya, namun rasa itu tak juga menghilang.

Aku terus berdoa kepada Tuhan yang maha mengatur hati untuk tidak membuaikanku dalam hal ini, dan aku yakin, ketika aku merasakan hal seperti ini, kau pun merasakannya. Atau mungkin kau yang merasakannya terlebih dulu hingga menyambar tepat kearah batinku.

Kutujukan surat ini bukan untuk permintaan maaf, karena kenyataannya akupun merasa tersakiti. Aku hanya ingin merasa puas atas apa yang kurasakan yang kemudian dapat kutuliskan. Inilah rasa yang pertama kali kurasakan dalam hidupku, bukan rasa takut akan kehilangan seseorang yang kucintai, bukan juga rasa rindu nafsu yang menggebu untuk bertemu, namun rasa ini lebih benar menurutku dari yang pernah kurasakan.

Aku benar – benar merasa seperti seorang ayah yang teramat khawatir akan putrinya yang belum jua pulang. Merasa ingin kusimpan mata ditubuhnya agar aku mengetahui kemana saja ia pergi. Merasa ingin kusimpan telinga agar tau tentang apa saja yang telah ia pelajari dari orang lain. Dan menyembunyikan sayap perakku ditubuhnya agar ia tetap terlindung dari segala gangguan. Bahkan ingin kusimpan hatiku karena rasa takutku akan hatinya yang masih labil. Sungguh aku merasakan hal yang sangat aneh, dan seandainya aku dapat melakukan hal itu tentu aku sudah melakukannya..

Aku berharap kepadamu, sangat memohon dari dasar lubuk hatiku yang lebih dalam dari perasaanku kepadamu..

Doakan aku, doakan aku agar dapat membiarkanmu pergi dari kekhawatiranku,,

Ketika itu terkabulkan dan kita sama – sama tak lagi memiliki kesedihan, maka saat itulah kita dapat menjalani hidup masing – masing tanpa rasa apapun.

Sesuatu yang harus kau tau, meski aku masih berjalan di atas pendapatku, namun aku tak pernah ingin merasakan melihatmu kecewa. Oleh karena itu, aku tak pernah ingin meminta banyak informasi tentangmu atau apapun yang kau sembunyikan dariku hingga akhirnya aku mengetahuinya sendiri. Meski aku mengetahuinya, aku akan terus berusahan untuk tidak mengambilnya kecuali kau yang berikan. Dan biarlah itu bermain di persepsi subyektifmu sendiri, baik itu karena “aku terlalu gengsi dan pengecut untuk memintanya kepadamu”, namun yang ku pegang sekarang adalah “aku melakukannya karena menghargaimu sebagai kekhawatiranku”..

21/09/11

Hati Mengenal Bahagia Lalu Berhenti


Seorang teman bertanya tentang rasaku,
“apakah kamu mencintainya”
“tidak”ujarku,
dia berfikir sejenak sedang wajahnya tampak terheran atas jawaban singkatku
“apakah kamu cinta sama dia??”kini ia bertanya sambil menekankan nada suaranya,
“itu pertanyaan yang sama saja, dan kaupun sudah tau apa jawabanku sebelumnya”

“aaaa,,,pasti kamu cuma ingin memanfaatkannya saja yah?” imbuhnya sambil menggoda,
“tidak”
“hmmm,, atau ada sesuatu dari dia yang ingin kamu manfaatkan?, benarkann??”
“jika kamu mengulangi pertanyaan dengan kata manfaat, maka jawabanku akan sama”

“baiklah,aku menyerah untuk mencari taunya,, satu pertanyaan yang seharusnya tidak kamu jawab sama dengan jawabanmu sebelumnya,,” senyumnya berpadu dengan rasa penasarannya, kemudian ia lontarkan tanya terakhirnya,

“lalu kenapa kamu menjalin hubungan dengannya??” ia pun tersenyum seolah pertanyaan itu adalah jawaban atas keingintahuannya,

“karena hatiku yang memilihnya, hatiku yang membutuhkannya, hatiku yang merasa sedih ketika ia bersedih dan merasa bahagia ketika ia tersenyum. jika kau tanyakan padamu, kamu akan menjawab tidak. karena dirimu penuh dengan parameter bidadari yang sempurna. sedangkan hati ini, hanya menginginkan kebahagiaan. ketika ia merasakannya, maka ia akan berhenti disitu dan mencari tau apa penyebabnya”

ia pun mengalah dan kembali lagi untuk menjalankan rasaku.

Lingkaran Keputus Asaan


Lingkaran keputus asaan,
Lingkaran bagi orang – orang yang berputus asa,
Lingkaran bagi mereka yang merasa tak berarti,
Kesadaran yang menjadi Pondasi terbuka menuju kehancuran,
Kekosongan alam berlapis dimensi gelap namun tak terkendali.
Garis lingkaran tipis yang terbuat dari harapan,
Tiada sudut karena lepas dari tujuan,
Berputar tak berarah karena tak miliki acuan,
Mengeras disaat menyentuh keyakinan.
Enggan tuk berproses,
Lamban tuk berjalan,
Jawaban berupa titik yang tak rumit,
Pengakhiran dari segala pertanyaan.
Menantang takdir dengan membandingkan masalalunya,
Menarik nafas sambil menguatkan maksudnya,
Menghembuskan nafas dengan kekosongan dari semua kesedihannya,
Menutup mata dengan keraguan tindakannya.
Lingkaran itu pun mengunci anggotanya,
Menambah kegelapannya,
dan mencari bahan – bahan lain untuk semakin mengelamkannya.
6/10/10 12:56